Skip to main content

4 BULAN KEHORMATAN DALAM ISLAM : KEUTAMAAN, AMALAN, DAN PERISTIWA YANG ADA DIDALAMNYA (Part 2)

4 BULAN KEHORMATAN DALAM ISLAM : KEUTAMAAN, AMALAN, DAN PERISTIWA YANG ADA DIDALAMNYA (Part 2)

BULAN RAJAB

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : اَكْثِرُوا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ فِي شَهْرِ رَجَبَ فَاِنَّ لِلّٰهِ فِي كُلِّ سَاعَةٍ مِنْهُ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ وَاِنَّ لِلّٰهِ مَدَائِنَ لَا يَدْخُلُهَا اِلَّا مَنْ صَامَ شَهْرَ رَجَبَ. (كنز)

Perbanyaklah oleh kalian membaca istigfar pada bulan Rajab. Allah SWT pada bulan ini setiap saat membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka. Sesungguhnya Allah SWT memiliki rumah-rumah di surga yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab.” (HR Kanzul Ummal) 

Bulan Rajab mulia yang kita jumpai ini adalah bulan ketujuh dari perhitungan Qamariyah. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum ini dikenal dengan sebutan syahrullah yakni bulannya Allah SWT. Kita disarankan untuk berpuasa saat masuk bulan mulia ini dan dianjurkan untuk terus perbanyak doa kepada Allah SWT.

Orang yang berpuasa pada hari pertama bulan Rajab akan mendapatkan pahala setara dengan puasa selama tiga tahun, yang berpuasa di hari kedua setara dengan 2 tahun, sedangkan yang berpuasa di hari ketiga mendapat pahala setara dengan satu tahun berpuasa. Sedangkan orang yang berpuasa setelah hari ketiga akan mendapatkan pahala setara dengan berpuasa sebulan. Karena bulan ini merupakan bulannya Allah SWT, maka kita dianjurkan memperbanyak bacaan surat Al-Ikhlas yang di dalamnya membahas tentang keesaan Allah SWT. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan 11 kali surat Al-Ikhlas, kalimat tauhid, istigfar, dan shalawat tiap harinya. Bulan ini memiliki dua malam yang mulia;

1. Malam Jumat pertama bulan ini, yaitu Malam Raghaib.
2. Malam kedua puluh tujuh, yaitu malam Isra Miraj.

Pada malam pertama bulan ini, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat tasbih atau shalat yang khusus dilakukan pada sepuluh malam pertama bulan Rajab sebanyak sepuluh rakaat.

Pada bulan ini, sebisa mungkin kita memperbanyak puasa. Orang yang berpuasa pada tanggal 13,14, dan 15 bulan ini juga dihitung telah melaksanakan puasa Ayyamul Baydz. Orang yang melakukan puasa ini akan terhindar dari berbagai penyakit.

BULAN RAJAB BULANNYA TAUBAT

Para sahabat bertanya kepada Aisyah RA, "Wahai ummul mukminin, apakah kamu pernah bertanya kepada Rasulullah SAW apa saja hal yang bisa meringankan azab kubur?" Beliau pun menjawab, "Saya sudah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, dan Beliau bersabda, "Ada 4 perkara yang bisa meringankan azab kubur, yaitu:

1    1. Membaca Al-Quran pada setiap kesempatan,
      2. Memuliakan anak yatim pada setiap tempat,
3    3. Berpuasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Rajab dan Sya'ban,
4   4. Mendirikan shalat pada sepertiga malam, sesungguhnya shalat ini akan memberikan cahaya di dalam kubur dan akan menjadi wasilah mendapatkan ridha Allah SWT."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah SWT meluaskan ampunan-Nya pada bulan Rajab, Sya'ban dan Ramadhan, sampai-sampai setan yang dilaknat pun menyangka akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT."

"Wahai Aisyah, bulan Rajab adalah bulannya untuk bertaubat. Barang siapa yang bertaubat pada bulan tersebut maka taubatnya akan diterima.Maka berdoalah seperti ini kepada Allah SWT "Tub 'alaina, innaka anta t-tawwaburrahiim: Ya Allah, ampuni kami, Engkau adalah Maha Pemberi ampun dan Maha Kasih Sayang."

MALAM RAGHAIB

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : صَوْمُ أَوَّلِ يَوْمٍ مِنْ رَجَبَ كَفَّارَةُ ثَلَاثِ سِنِينَ وَالثَّانِي كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ وَالثَّالِثُ كَفَّارَةُ سَنَةٍ ثُمَّ كُلُّ يَوْمٍ شَهْرًا. (الجامع الصغير)

Berpuasa pada hari pertama bulan Rajab merupakan kafarat untuk dosa selama 3 tahun, berpuasa hari kedua merupakan kafarat untuk dosa 2 tahun, dan berpuasa hari ketiga di bulan Rajab merupakan kafarat untuk dosa 1 tahun, kemudian setelah 3 hari ini, tiap harinya merupakan kafarat dosa 1 bulan.” (HR. Suyûtî, Al-Jâmiu's-Sağhîr)

Malam Jumat pertama pada bulan Rajab adalah malam Raghaib. Malam ini dinamakan Raghaib, karena para malaikat sangat mengidamkan malam ini.

Rasulullah  SAW bersabda, “Janganlah kalian lalai pada malam pertama pada bulan Rajab. Karena yang memberikan nama Raghaib pada malam ini adalah para malaikat, pada sepertiga malam ini, di langit dan bumi tidak tertinggal satu malaikat pun, semua berkumpul di Ka`bah dan sekitarnya. Kemudian Allah SWT berfirman, “Wahai para malaikat-Ku, mintalah apa saja yang kalian inginkan kepada-Ku. Para malaikat pun menjawab,

Wahai Tuhan kami, kami meminta kepada-Mu agar Engkau mengampuni orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab.” Allah SWT berfirman, “Aku telah mengampuni mereka.”

Pada malam ini, Aminah RA menyadari bahwa beliau telah mengandung Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi akhir zaman dan menjadi rahmat untuk semesta alam.

Untuk mendapatkan berkah pada malam ini, kita harus bersiap siaga, pada malam ini kita harus mengisinya dengan ibadah dan ketaatan.

MALAM RAGHAIB DAN IBADAH YANG DIKERJAKAN PADA MALAMNYA

Jumat pertama pada bulan Rajab yang bertepatan dengan besok malam merupakan malam Raghaib. Malam ini dianjurkan untuk puasa sunah.

Pada malam Raghaib di antara waktu maghrib dan isya dianjurkan shalat hajat sebanyak 12 rakaat. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, dan setalah membaca surat Al-Fatihah membaca 3 kali Inna Anzalnahu.. dan 12 kali surat Al-Ikhlas.

Setelah selesai shalat kemudian membaca 7 kali shalawat Ummiyah lalu sujud. Adapun bacaan shalawat Ummiyah,"Allahumma shalli alaa sayyidina Muhammadin'in nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihi wa sahbihi wa sallim."

Waktu sujud membaca 70 kali, "Subbuhun Kudduusun Rabbunaa wa Rabbul malaaikati wa'r-Ruuh". Kemudian duduk dan membaca 1 kali, "Rabbigfir warham wa tajaawaz 'amma ta'lam. Innaka Antal a'azzul akram."Lalu sujud lagi dan membaca 70 kali,"Subbuhun Kudduusun Rabbunaa wa Rabbul malaaikati wa'r-Ruuh."

        Setelah sujud kemudian berdoa. Dalam doa meminta kepada Allah SWT seperti ini,"Allahumma baariklanaa Rajaba wa Sya'bana wa ballignaa Ramadhaana." 


Setelah malam Ragaib pada siang harinya, yaitu bertepatan dengan hari Jumat, di antara waktu zuhur dan ashar ada shalat sunah syukur sebanyak 4 rakaat, setiap 2 rakaat salam. Kemudian setiap rakaat setelah membaca surat Al-Fatihah membaca 7 kali Ayat Al-Kursi, 5 kali surat Al-Ikhlas, 5 kali surat Al-Falaq dan 5 kali surat An-Nas. Setelah shalat kemudian membaca:
25 kali "Laa haula walaa kuwwata illa billaahil 'aliyyil adhiimi'l kabiiri'l muta'aali."
25 kali "Astagfirullaha'adhiim wa atuubu ilaik." Lalu berdo'a.


SHALAT HAJAT PADA BULAN RAJAB

Pada bulan ini, ada 10 raka'at shalat hajat yang dilaksanakan antara hari pertama sampai hari ke-sepuluh, 10 raka'at antara hari ke-11 sampai ke-20, 10 raka'at antara hari ke-21 sampai ke-30. Cara pelaksanaan shalatnya sama, akan tetapi doa yang dibacakan setelah shalat berbeda. Orang yang melaksanakan shalat ini, hatinya tidak akan mati. Shalat 30 raka'at ini diriwayatkan oleh tukang cukur Rasulullah SAW, yaitu Salman RA.

Shalat hajat ini bisa dilaksanakan setelah shalat maghrib atau setelah shalat isya. Akan tetapi melaksanakan shalat ini pada malam Jumat dan malam Senin lebih utama, terutama pada waktu tahajjud.

Cara niat shalat hajat,

"Ya Rabbi, berikanlah kepadaku keberkahan dan ampunan-Mu dengan wasilah bulan Rajab yang mulia ini, dan wasilah dari Rasulullah SAW tercinta junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang dengan kedatangan beliau cahayanya memenuhi alam semesta ini, maka berikanlah hamba-Mu ini ridha dan keberkahan-Mu."

Setiap raka'at membaca 1 surat Al–Fatihah, 3 surat Al-Kafirun, 3 surat Al–Ikhlas, setiap 2 raka'at membaca salam sampai 10 raka'at. Setelah shalat pada 10 hari pertama membaca 11x do'a, "Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa yamuutu biyadihil khair wa huwa alaa kulli syai-in qadiir." Dan pada sholat 10 hari ke-2 membaca do'a, "Ilaahan waahidan ahadan samadan fardan witran hayyan qayyuuman daaiman abadaa." (11 kali). Terakhir, pada shalat 10 hari ke-3 membaca doa, "Allaahumma laa maani'a lima a'thaita, walaa mu'tia lima mana'ta, walaa raadda limaa qadaita, walaa mubaddila limaa hakamta, walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu. Subhaana rabbiyal aliyyil a'lal wahhaab, subhana rabbiyal aliyyil a'lal wahhaab, subhaana rabbiyal a'liyyil a'lal kariimil wahhaab, Ya Wahhaabu ya Wahhaabu yaa Wahhaab" (11 kali). 

IBADAH PADA SIANG DAN MALAM ISRA' MI'RAJ

Malam ke-27 bulan Rajab (besok malam) merupakan malam Isra Mi’raj. Setelah melaksanakan shalat isya, dikerjakan 12 rakaat shalat hajat. Pada setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah membaca 10 kali surat Al-Ikhlas. Niat pada shalat ini sebagai berikut:

“Ya Rabbi, aku berniat shalat untuk mendapatkan Ridha-Mu. Malam ini berikanlah kepada hamba-Mu yang lemah ini ampunan, keberkahan dan Ridha-Mu dengan wasilah dari kekasih tercinta Rasulullah SAW yang dengan kehormatannya ditunjukkan kepadanya tujuh lapis langit berikut semua rahasianya, Allahu Akbar.”

Setelah shalat membaca 4 kali surat Al-Fatihah, 100 kali Subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar, wala hawla wala quwwata illa billahil aliyyil azhim. 100 kali istighfar dan 100 kali shalawat, kemudian berdoa.

Setiap orang mukmin yang mengerjakan shalat ini sebanyak 10 rakaat dengan membaca 100x surat Al-Ikhlas pada setiap rakaatnya, atau mengerjakan sebanyak 100 rakaat dengan membaca 10x surat Al-Ikhlas pada setiap rakaatnya, dengan cahaya dan barakah dari shalat ini dia tidak akan hadir di hadapan Allah SWT dengan utang shalatnya.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa barang siapa yang berpuasa pada siangnya malam Isra Mi’raj (27 Rajab), maka akan dituliskan untuknya pahala berpuasa 60 bulan.

Pada hari itu di antara shalat zuhur dan asar dilaksanakan shalat sunah 4 rakaat. Pada tiap rakaat setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca 5 kali Ayat Al-Kursi, 5 kali surat Al-Kafirun, 5 kali surat Al-Ikhlas, 5 kali surat Al-Falaq, dan 5 kali surat An-Nas.


Comments

Popular posts from this blog

RAHASIA BESAR DIBALIK MENYAMBUNG TALI SILATURRAHIM

SILATURRAHMI MENDEKATKAN KEPADA RAHMAT DAN SURGA
قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ اّلَّذِي إِذَا انْقَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا. Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah disebut sebagai washil (orang yang menyambung tali silaturrahmi) apabila seseorang berbuat baik kepada orang yang mengunjunginya dan berbuat baik kepadanya, akan tetapi washil yang hakiki adalah orang yang berkunjung dan berbuat baik kepada orang yang memutuskan tali silaturrahmi.” (HR. Tirmidzi)
Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata,"Aku memiliki banyak kerabat. Aku sering datang mengunjungi mereka, namun mereka tak pernah datang mengunjungiku. Aku memaklumi dan memaafkannya, akan tetapi aku merasa mereka telah menzalimi diriku. Aku selalu berbuat baik kepada mereka, namun mereka membalasnya dengan berbuat buruk kepadaku. Haruskah aku membalas mereka sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan kepadaku?&qu…

BAGAIMANAKAH CARA MEMILIH TEMAN YANG BAIK ?

ADAB MEMILIH TEMAN

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : مَا اصْطَحَبَ اثْنَانِ قَطُّ اِلَّا كَانَ اَحَبُّهُمَا اِلَى اللّٰهِ اَرْفَقُهُمَا بِصَاحِبِهِ.
“Dari dua orang kawan yang lebih mencintai Allah SWT adalah seorang yang lebih menunjukkan rasa kasih sayang terhadap kawan lainnya.” (Al-Hadits)
Saat memilih teman, ada 5 sifat yang perlu diperhatikan. Apabila ada 5 sifat tersebut, seseorang pantas dijadikan teman. Kelima sifat tersebut adalah:
1- Cerdas: Seorang teman haruslah cerdas. Bersahabat dengan orang yang bodoh sama sekali tidak mendatangkan kebaikan. Hal ini terjadi, karena jika dia berkeinginan untuk melakukan suatu kebaikan kepada kita, hal itu bukannya memberi manfaat melainkan memberi mudharat.
2-Berakhlak baik: Sikap kesetiaan dan kebaikan tidak terdapat pada orang yang berakhlak buruk. Salah satu contoh akhlak buruk adalah orang yang tidak bisa mengendalikan syahwat dan amarahnya. Perlunya berteman dengan orang yang berakhlak baik adalah karena dia a…

DIBALIK PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ.
"Sesungguhnya Kostantinopel akan ditaklukkan. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin, dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (HR Musnad, Ahmad bin Hambal).
PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL
Ketika Sultan Mehmed ke-2 malam dan siang terus menghancurkan benteng dan tidak bisa menaklukkan benteng Istanbul, dia mengirim Ahmad Pasha kepada Syeh Aksyamsuddin untuk menanyakan, “Akan terjadi dan tidak terjadinya penaklukan.”
Syeh Aksyamsuddin menjawab, “Dengan pertolongan Allah SWT penaklukan akan terjadi.”
Ketika melihat keadaan peperangan yang begitu sulit, Sultan Mehmed mengirim kembali Ahmad Pasha untuk menanyakan, “Apakah masih ada waktu untuk penaklukan.” Setelah Syeh ber-muraqabah lalu berkata kepada Ahmad Pasha, “Insya Allah, besok pagi dengan bantuan rijalullah, hendaklah…