Langsung ke konten utama

RAHASIA BESAR DIBALIK MENYAMBUNG TALI SILATURRAHIM


RAHASIA BESAR DIBALIK MENYAMBUNG TALI SILATURRAHIM


SILATURRAHMI MENDEKATKAN KEPADA RAHMAT DAN SURGA

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ اّلَّذِي إِذَا انْقَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا.  
    
Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah disebut sebagai washil (orang yang menyambung tali silaturrahmi) apabila seseorang berbuat baik kepada orang yang mengunjunginya dan berbuat baik kepadanya, akan tetapi washil yang hakiki adalah orang yang berkunjung dan berbuat baik kepada orang yang memutuskan tali silaturrahmi.” (HR. Tirmidzi)

Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata,"Aku memiliki banyak kerabat. Aku sering datang mengunjungi mereka, namun mereka tak pernah datang mengunjungiku. Aku memaklumi dan memaafkannya, akan tetapi aku merasa mereka telah menzalimi diriku. Aku selalu berbuat baik kepada mereka, namun mereka membalasnya dengan berbuat buruk kepadaku. Haruskah aku membalas mereka sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan kepadaku?" Kemudian Rasulullah SAW menjawab, "Jangan kau lakukan itu. Jika tidak, kamu akan memiliki akhlak yang buruk seperti mereka. Tetaplah melakukan kebaikan, kunjungilah mereka, niscaya engkau akan selalu berada dalam pertolongan Allah SWT."

Rasulullah SAW bersabda, "Bertakwalah kepada Allah SWT dan sambunglah tali silaturrahmi karena itu adalah sesuatu yang paling baik untukmu di dunia dan di akhirat."

"Sambunglah tali silaturahmi walau hanya memberi salam, dan seringlah mengunjungi kerabat-kerabat kalian."

Tiga sifat atau akhlak yang dimiliki oleh ahli surga dan hanya dapat ditemukan pada orang-orang berhati mulia:
- Membalas kebaikan kepada orang yang berbuat jahat kepadanya.
- Memaafkan orang yang menzaliminya.
- Memberi dan membantu mereka yang tidak pernah berbuat baik kepadanya.

Orang yang menyambung tali silaturrahmi di sisa 3 hari umurnya, maka Allah SWT akan memanjangkan umurnya 30 tahun, sebaliknya orang yang meninggalkan silaturrahmi di sisa 30 tahun umurnya, maka Allah SWT akan mengurangi umurnya menjadi 3 hari. Sebagian ulama menjelaskan pendapat tentang yang dimaksud dengan bertambahnya umur di sini, yaitu "Pahala dari bersilaturrahmi akan dicatat di buku amal terus-menerus walaupun dia sudah meninggal sehingga umur dia seperti dipanjangkan karena pahala yang terus dicatat tersebut."
Dalam hadits lain Nabi SAW, juga menjelaskan beberapa keutamaan menyambung tali silaturrahmi dan berusaha untuk menjaganya, diantaranya adalah diluaskan rezekinya, dipanjangkan umurnya, dan dikumpulkan bersama-sama didalam surga kelak. Bunyi haditsnya seperti berikut ini:

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : إِنَّ الرَّحْمَةَ لَاتَنْزِلُ عَلَي قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحْمٍ ‏.

Rasullulah SAW bersabda, "Rahmat Allah SWT tidak akan turun kepada sebuah kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi (hubungan persaudaraan)." (HR Bukhari, Al-Adabul Mufrad)

Seorang sahabat memegang tali pelana unta Rasulullah SAW dan berkata kepada Rasulullah SAW, ''Ya Rasulullah, Katakanlah kepadaku sebuah amalan yang bisa mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari api neraka.'' Rasulullah SAW menjawab, "Beribadahlah kepada Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya, dirikanlah shalat, dan sering-seringlah datang berkunjung kepada kerabat-kerabatmu."
Abdullah bin Abu Awra RA bercerita, "Suatu saat pada malam Asyura kami duduk bersama Rasulullah SAW. Pada saat itu Rasulullah SAW bersabda, "Jika ada seseorang yang memutuskan ikatan silaturahmi dengan kerabat-kerabatnya, hendaklah ia tidak duduk bersama kami dan menjauh dari kami."

Kemudian salah seorang sahabat berdiri dari majelis itu dan pergi. Tak lama kemudian, ia kembali datang, lalu Rasulullah SAW pun bertanya, "Tak ada seorang pun yang berdiri kecuali kamu. Apa yang menyebabkan kamu pergi?"

Lelaki itu pun menjawab, "Ya Rasulullah, pada saat aku mendengar sabdamu, saat itu pula aku bergegas pergi menemui bibiku. Ia pernah tersinggung padaku. Ketika ia melihatku, ia berkata 'Apa yang membuatmu datang kemari? Tak biasanya kamu seperti ini. Maka aku menjelaskan tentang sabdamu kepadanya. Oleh sebab itu, kami saling memaafkan dan saling memohon ampun kepada Allah SWT."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANAKAH CARA MEMILIH TEMAN YANG BAIK ?

ADAB MEMILIH TEMAN

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : مَا اصْطَحَبَ اثْنَانِ قَطُّ اِلَّا كَانَ اَحَبُّهُمَا اِلَى اللّٰهِ اَرْفَقُهُمَا بِصَاحِبِهِ.
“Dari dua orang kawan yang lebih mencintai Allah SWT adalah seorang yang lebih menunjukkan rasa kasih sayang terhadap kawan lainnya.” (Al-Hadits)
Saat memilih teman, ada 5 sifat yang perlu diperhatikan. Apabila ada 5 sifat tersebut, seseorang pantas dijadikan teman. Kelima sifat tersebut adalah:
1- Cerdas: Seorang teman haruslah cerdas. Bersahabat dengan orang yang bodoh sama sekali tidak mendatangkan kebaikan. Hal ini terjadi, karena jika dia berkeinginan untuk melakukan suatu kebaikan kepada kita, hal itu bukannya memberi manfaat melainkan memberi mudharat.
2-Berakhlak baik: Sikap kesetiaan dan kebaikan tidak terdapat pada orang yang berakhlak buruk. Salah satu contoh akhlak buruk adalah orang yang tidak bisa mengendalikan syahwat dan amarahnya. Perlunya berteman dengan orang yang berakhlak baik adalah karena dia a…

DIBALIK PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: : لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ.
"Sesungguhnya Kostantinopel akan ditaklukkan. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin, dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (HR Musnad, Ahmad bin Hambal).
PENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL
Ketika Sultan Mehmed ke-2 malam dan siang terus menghancurkan benteng dan tidak bisa menaklukkan benteng Istanbul, dia mengirim Ahmad Pasha kepada Syeh Aksyamsuddin untuk menanyakan, “Akan terjadi dan tidak terjadinya penaklukan.”
Syeh Aksyamsuddin menjawab, “Dengan pertolongan Allah SWT penaklukan akan terjadi.”
Ketika melihat keadaan peperangan yang begitu sulit, Sultan Mehmed mengirim kembali Ahmad Pasha untuk menanyakan, “Apakah masih ada waktu untuk penaklukan.” Setelah Syeh ber-muraqabah lalu berkata kepada Ahmad Pasha, “Insya Allah, besok pagi dengan bantuan rijalullah, hendaklah…